Review No Time To Die, Perpisahan James Bond dan Daniel

No Time to Die merupakan film James Bond yang ke 25, bercerita tentang James Bond yang menjalani kehidupan normalnya setelah ia memutuskan untuk.

James Bond No Time To Die, Film Perpisahan Daniel Craig dengan James Bond

Review No time to die James Bond 007

Review film No Time To Die, film yang merupakan seri James Bond ke-25. Film ini juga merupakan film terakhir Daniel Craig sebagai James Bond.

Sejak muncul sebagai James Bond versi modern yang awalnya diperkenalkan di film Casino Royale sejak 15 tahun lalu, No Time To Die mungkin bukan film James Bond versi Daniel Craig yang terbaik tapi ini justru penutup yang sangat baik.

Lantas Apa yang membuat kami berani bertanya serius Cuma segini? Lalu apa yang salah? Untuk lebih jelasnya simak Review Film Rekomendasi No Time To Die 2021 berikut.

Trailer No Time To Die

Sinopsis No Time To Die

Bercerita tentang James Bond yang memilih untuk pensiun dari MI6 dan melepas kode 007 miliknya. Kini Bond memilih hidup normalnya dengan Madeleine Swann.

Dalam kebahagiannya mereka ingin berlibur ke sebuah kota di Matera, Basilicata, Itali. Namun liburannya itu menjadi sebuah petaka, James Bond diserang oleh organisasi yang menjadi lawannya beberapa tahun lalu, yaitu Specter.

Ia menduga bahwa kekasih dari James Bond, yaitu Swann terlibat dalam serangan ini, karena hanya dia yang mengetahui keberadannya.

Setelah konflik itu, kehidupan Bond menjadi sunyi, dan akhirnya ia memutuskan untuk pindah ke Jamaika dan memutuskan hubungannya dengan Swann selama 5 tahun, walaui dia sebenarnya sangat mencintai kekasihnya itu.

Review No time to die James Bond 007

Bond lalu dihampiri temannya yang juga merupakan agen CAI, bernama Felix. Felix meminta bantuan kepada Bond untuk menyelesaikan misi yang berkaitan dengan organisasi Spectre di Kuba.

Misi inilah yang membuat James Bond kembali beraksi sebagai Spionase. Dalam menjalankan misinya Bond mendapatkan fakta yang membuatnya bingung.

Ternyata terdapat organisi lain dibalik Spectre, organisasi ini dipimpin oleh Lyutsifer Safin dan juga organisasi ini memiliki senjata biologis yang mematikan.

Hal ini memaksa Bond untuk bertemu kepala organisasi Spectre Ernst Stavro Blofeld yang juga merupakan saudara angkat bond. Namun pertemuan ini tidak menghasilkan jawaban yang memuaskan.

Akhirnya Bond harus menyelidiki organisasi misterius sendiri dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.

Baca Juga: Review Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings. 

Review No Time To Die

Review No time to die James Bond 007

Penantian panjang sekian lama akhirnya bisa terbayarkan. Setelah mengalami menundaan yang cukup lama, akhirnya No Time To Die bisa rilis di tangal 30 September 2021 lalu. Kalian dapat menonton secara legal di Bioskop dan Media Streaming.

Kenapa kami berani bertanya serius cuma segini? Ini Bukan semata-mata untuk menilai No Time To Die merupakan film yang jelek, namun sebaliknya ini film yang sangat baik.

25 tahun sudah perjalanan film-film James Bond berganti peran dan treatment yang mengalami perubahan ke sisi yang jauh lebih baik No Time To Die jelas penutup Laga James Bond yang sangat baik.

Walau tidak sekomikal yang dari film yang pernah tersajikan dalam seri film-film James Bond terdahulunya, No Time To Die masih sadar untuk tetap mempertahankan pesonanya dari segala sisi. Baik dari sisi James Bond, Bond girl, bahkan konflik ceritanya.

Bisa dikatakan ini bukan film James Bond yang membuat anda mengantuk, walau banyak orang mengatakan film James Bond itu terkadang mempunyai follow yang suka kendor dibeberapa babak, tapi syukurnya itu diperbaiki.

Pemaparan ceritanya kali ini boleh dibilang padat dan kokoh, jeda yang tidak begitu banyak alhasil memang konsekuensinya kalian harus terpaku sekian jam tanpa diperbolehkan meleng dari jalan ceritanya.

Kalau tidak siap-siap anda dibingungkan dengan beberapa dialog yang kalian lewatkan. Jika kalian sebatas penikmat film aksi, James Bond No Time To Die mungkin akan jadi film terpanjang tahun ini yang bakal memuaskan kalian.

Arahan yang cerdas ditambah Panning Kamera yang faham mengambil momen hingga menghasilkan Visual Sequel Action yang benar-benar luar biasa. Mungkin saja Fast and Furious 6 akan merasa malu melihat ini.

Film ini sudah berhasil menampilkan film aksi laga yang Top Notch. Ditambah deretan pemainnya yang memukaiu, Daniel Craig tetap konsisten meski harus menanti sekian tahun untuk bisa beradu peran sebagai James Bond setelah film Specter 2015 lalu.

Kami suka dengan Daniel Craig, hanya dengan matanya saja dia sudah dapat mengisaratkan sesuatu, dan dia bisa memanfaatkan kelebihannya itu dengan baik. Tapi, lain halnya dengan yang satu ini tamnel video ini, serius ini soal peran antagonis.

Rami Malek di film ini seperti tidak terlihat karakternya, kurang berani dalam menampilkan laganya dengan segala konflik yang ada. Bahkan terus berulang kepad peran antagonis lainnya yang sekali lagi cukup membuat kami terheran.

Inilah penyakit dari film drama action, penyakit lama yang terus berulang. Tokoh antagonis selalu dibuat setengah-setengah seolah mereka tidak boleh lebih dominan atau bahkan tidak boleh mengimbangi aktor utamanya.

Alhasil sebagus apapun Daniel Craig menutup aksinya sebagai James Bond di film ini, tetap gak dapat berimbang secara pas. Menurut kami sepanjang film-film James Bond yang diperankan Daniel Craig yang terbaik masih Casino Royale.

Baca Juga Review Film Dune 2021, Film Bertema Luar Angkasa

Bintang Utama James Bond

  • Daniel Craig sebagai James Bond.
  • Ana de Armas sebagai Paloma.
  • Rami Malek sebagai Lyutsifer Safin.
  • Lea Seydoux sebagai Madeleina.
  • Lashana Lynch sebagai Nomi.
  • Ralph Fiennes sebagai M.
  • Ben Whishaw sebagai Q.
  • Naomie Harris sebagai Moneypenny.
  • Rory Kinnear sebagai Tanner.
  • Jeffrey Wright sebagai Felix Leiter.

Itulah Review Singkat kami tentang No Time To Die James Bond. Bagaimana dengan penilaian anda? Tulis lah dikolam komentar. 

Posting Komentar